Penjamin Simpanan Nasabah, Cek Suku Bunga LPS!
Penjamin Simpanan Nasabah, Cek Suku Bunga LPS!

Penjamin Simpanan Nasabah, Cek Suku Bunga LPS!

Bank yang termasuk dalam peserta bank LPS wajib membayar suku bunga LPS atau premi penjaminan dan biaya kepesertaan. Untuk premi penjaminan simpanan  dikenakan 0.1% yang dihitung dari saldo rata-rata simpanan dalam setiap periode (Jan s/d Juni dan Juli s/d Des). Sedangkan untuk yang ikut kepesertaan dikenai biaya 0,1% yang dihitung dari modal dan hanya sekali saja disaat bank yang bersangkutan menjadi peserta LPS.

LPS telah beroperasi terhitung sejak 22 september 2005, tetapi masih banyak pihak khususnya perbankan yang masih ragu dan  hanya melihat satu sisi saja dari fungsi LPS ini. Pada umumnya LPS hanya dipersepsikan sebagai Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS). LPS yang proses pemungutannya dengan cara memungut premi dan mengeluarkan tingkat suku bunga penjaminan.

LPS melaksanakan program-program penjaminan berupa simpanan. Misalnya seperti yaitu giro, deposito, tabungan dan yang dipersamakan atau serupa. Bagian transfer masuk dan transfer keluar tidak termasuk didalamnya,  dikarenakan UUD LPS menyatakan bahwa hal tersebut bukan termasuk bentuk simpanan.

Konsekuensi Pembatasan Penjaminan

Berdasarkan UUD LPS menyatakan bahwa nilai simpanan untuk setiap nasabah pada satu bank dikenakan paling banyak sebesar Rp. 100 juta . Akan tetapi pemberlakuan tersebut dilakukan secara bertahap dengan konteks waktunya sebagai berikut:

  • Sejak 6 bulan pertama LPS beroperasi, yaitu dari tanggal 22 september 2005 sampai dengan 21 maret 2006, yang dijamin adalah keseluruhan simpanan berupa, giro, tabungan, deposito, sertifikat deposito, dan yang dipersamakan dengan itu.
  • Untuk 6 bulan kemudian, yaitu dari 22 maret sampai dengan 21 september 2006, jumlah yang dijamin adalah sebesar Rp. 5 milyar.
  • Kemudian 6 bulan berikutnya, yaitu periode 22 september 2006 sampai 21 maret 2007, jumlah yang dijamin sebesar Rp. 1 milyar, dan terhitung dari tanggal 22 maret 2007 jumlah simpanan yang paling tinggi sebesar Rp. 100 juta dan hal tersebut berlaku untuk semua bank.

Tahapan di atas menjelaskan bahwa era blanket guarantee  mulai berakhir sejak 22 September 2005 dan menuju ke arah limited guarantee pada Maret 2006.

Dampak Suku Bunga Penjaminan

Suku Bunga penjaminan (SBP) diperlukan LPS karena merupakan amanat tidak langsung dari UU LPS, khsusnya yang termuat dalam ketentuan persyaratan pembayaran klaim. Klaim tidak dapat dibayar apabila simpanan tidak tercatat di bank, nasabah mendapat perlakuan tidak wajar dalam suku bunga dan nasabah merupakan penyebab bank mendapat masalah. Maksud dari nasabah mendapat perlakuan tidak wajar adalah apabila nasabah mendapatkan suku bunga diatas suku bunga pinjaman (SBP). Oleh sebab itu, agar tidak terjadi kesalahan maka setiap dipertengahan bulan LPS selalu melakukan pengumuman suku bunga pinjaman (SBP). Suku bunga LPS bisa diandalkan untuk kemajuan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *